Penulis: Wanti Ayu Aprilian Desain: Ninda Annisa P. D. & Diana D. Darwin Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghinda r...

Orang-Orang Bloomington dan Panduan Menangkal Kesepian

Penulis: Wanti Ayu Aprilian
Desain: Ninda Annisa P. D. & Diana D. Darwin


Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari perkara paling menyedihkan--seperti kesepian. Salah satunya ialah mengikuti panduan tersirat yang tersaji dalam Orang-Orang Bloomington-nya Budi Darma.

Panduan menangkal kesepian ini tentu tidak bisa dilakukan oleh siapa saja, mengingat risiko yang cukup menyebalkan harus ditanggung oleh orang yang ingin menangkal kesepian macam narator dalam cerita. Tapi, kalau anda menyukai hidup yang tak mulus-mulus amat serta akhir yang tak bahagia, tentu saja pengalaman mengikuti panduan ini akan terasa begitu menyenangkan.

Sebelum memulai panduan ini, ada baiknya kita berkenalan dengan tokoh saya yang ditunjuk Budi Darma menjadi pemandu cerita. Setidaknya, ada tujuh tokoh saya yang akan kita temui nantinya, walaupun “saya” yang satu berbeda dengan “saya” yang lain. Namun, ada temali tipis yang mengikat ketujuh tokoh saya dalam masing-masing cerita, yakni perasaan kesepian, gemar mencampuri urusan orang, dan kenyinyiran yang menjadi-jadi. Paket menyebalkan yang begitu lengkap, bukan?

Sebenarnya, panduan menangkal kesepian ini mudah saja. Kita hanya harus mengikuti ke mana pun tokoh saya pergi, mengenal orang-orang yang nantinya akan ia buntuti, dan memerhatikan hal yang akan ia lakukan. Walau terdengar mudah, tapi hidup tak pernah mulus-mulus saja, 'kan?

Masing-masing tokoh saya dalam cerita akan menemui orang dengan pola serupa tapi tak sama, oang-orang ini akan kita temukan dalam ketujuh judul cerita yang disajikan. Pola pertemuannya kurang lebih sama saja, bermula dari perasaan kesepian yang membuat tokoh saya nelangsa, hingga akhirnya kesepian mengantarkannya pada tokoh-tokoh yang hidupnya berakhir tak bahagia. Tidak hanya perasaan kesepian yang membawa tiap tokoh bertemu tokoh-tokoh yang berakhir tak bahagia, terkadang perasaan iri, benci, dan rasa terganggu yang menjadi-jadi pun turut serta di dalamnya.

Tokoh saya yang menjadi narator dalam Laki-Laki Tua Tanpa Namamenangkal kesepiannya dengan memikirkan cara bertemu lelaki tua yang tinggal di loteng tetangganya, mencoba mengajaknya berkenalan, dan mengikuti tiap kali lelaki tua itu keluar rumah, tentu saja selalu gagal, tapi ia tak lagi kesepian karena tahu apa yang harus ia lakukan. Kesepian tokoh saya ini diperparah oleh para tetangga yang tak gemar mencampuri dan dicampuri hidupnya oleh orang lain.

Motif mencampuri urusan orang karena kesepian pun akan kita temui saat tokoh saya tiba-tiba mempunyai dendam kesumat pada keluarga M hingga berniat mencelakai keluarga tersebut. Kemudian kesepian mengantarkan tokoh saya yang lain bertemu Yorrick yang supel dan dengan mudahnya bisa dekat dengan gadis incarannya hingga ia merasa terganggu dan berniat mencelakai kawannya yang jorok ini.

Motif merasa terganggu secara berlebihan pun mengantarkan tokoh saya pada orang yang tak disenangi siapa saja macam Joshua Karabish dan Ny. Elberhart yang penyakitan. Tokoh penyakitan lain yang ditemui tokoh saya adalah keluarganya sendiri, Orez anaknya yang tubuh, suara, dan tingkah lakunya cacat. Juga Charles Lebourne ayah kandungnya yang penyakitan namun tak mau terlihat lemah.

Tokoh saya dalam tiap cerita hampir tidak menyenangi ketujuh orang yang namanya dijadikan judul tiap cerita. Walau akhirnya ia dirundung perasaan menyesal yang cukup mendalam atas akhir kisah tak bahagia yang dialami mereka semua.

Tokoh saya yang kesepian ini melibatkan diri di latar tempat yang sepi dan dipenuhi orang-orang individualis, seperti Jl. Fess yang menjadi tempat laki-laki tanpa nama dan kakeknya Orez bermukim, Jl. Sepuluh Selatan yang dipilih tokoh saya agar bisa berdekatan dengan gadis incarannya Catherine, pun Jl. Jefferson yang membuatnya geram sendiri ketika melihat pekarangan Ny. Elberhart yang memuakkan.

Bagaimana, masih tertarik mengikuti panduan menangkal kesepian ‘macam narator dalam cerita? Kalau iya, silakan buka halaman pertama Orang-Orang Bloomington-nya Budi Darma, kemudian baca dan tenggelamlah di dalamnya. Ah, semoga sepi, kesepian dan akhir tak menyenangkan yang disajikan Budi Darma bisa menangkal kesepian yang kalian rasakan, ya!



0 komentar: