Penulis: N. Intan Desain: Ninda Annisa Redaktur: Faris A & Azaina Sabtu (26/10), tepatnya malam Minggu, Fakultas Ilmu Budaya U...

Gemerlap Sastra dalam Karnaval Sastra 2019

Penulis: N. Intan
Desain: Ninda Annisa
Redaktur: Faris A & Azaina



Sabtu (26/10), tepatnya malam Minggu, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran mendadak menjadi ramai. Banyak tenda-tenda berjejer, bendera kecil menggantung sepanjang jalan, dan suara ramai bersautan di antara tenda-tenda dan area Blue Stage.
            Karnaval Sastra, satu dari sekian rangkaian acara dari Himpunan Gelanggang Sastra Indonesia yang berhasil diadakan setelah minggu lalu diadakan talkshow #YukMulai. Karnaval Sastra adalah acara dua tahunan dari Gelanggang untuk memperingati bulan bahasa. Tahun ini, Karnaval Sastra mengusung tema memori. Di samping itu, Karnaval Sastra juga telah mengadakan berbagai rangkaian acara sebelumnya, seperti lomba-lomba sastra dan Malam Sastra yang tempo lalu diadakan di Backspace Cafe Jatinangor.
            Malam puncak Karnaval Sastra ini diawali dengan adanya pembukaan gerbang menuju tenda-tenda makanan-minuman, pernak-pernik, juga panggung bebas pada sore hari pukul 15.00. Dilihat dari dekorasinya, malam puncak Karnaval Sastra ini mengusung suasana sirkus. Panggung bebas diisi oleh sejumlah mahasiswa yang ingin menampilkan nyanyian atau membaca puisi. Selain itu, di samping deretan tenda terdapat permainan can toss dan bottle toss juga tempat berfoto. Benar-benar dirancang mirip dengan sirkus yang kita tahu, bukan?
            Sore bergulir menjadi malam, gerbang menuju area Blue Stage bagi pengunjung telah dibuka. Acara di Blue Stage ini dibuka dengan meriah oleh flashmob dari Gelanggang yang berkolaborasi dengan Les Cantores, paduan suara dari FIB. Yang membuat merinding adalah lagu yang dipakai berasal dari soundtrack film The Greatest Showman yang juga berlatar belakang kehidupan sirkus.
            Setelah pembukaan oleh flashmob dan Les Cantores, sambutan-sambutan diberikan oleh ketua pelaksana Karnaval Sastra, Zahra Nadhirah (2016), kemudian ketua himpunan Gelanggang, Angga Sekarsany (2016). Selanjutnya, acara dimeriahkan oleh penampilan Svetovid, Djati, sulap oleh Triumvirat, Fibrator, dan band. Sayangnya, acara sempat dikacaukan oleh hujan yang cukup deras membuat para penonton bubar mencari tempat berteduh. Sebagian penonton tetap menonton dengan menggunakan payung dan merapat ke bagian depan panggung. Beruntung, hujan tidak berlama-lama turun, para penonton kembali ke tribun ditemani tanah yang basah dan hawa dingin sisa hujan.
            Acara ditutup oleh penampilan bintang tamu utama, yaitu Elkarmoya. Beberapa penonton yang antusias merapat ke depan panggung dan menari sebebasnya. Karnaval Sastra telah usai. Semua penonton pulang dengan wajah gembira, seperti yang dikatakan Zahra pada sambutannya.
           

0 komentar: