Penulis: Bintang Ilustrasi: Nurul Ramdhiany Kereta Hidup Kembali Jalur hidup terpisah dua arah, Kerikil besi bersautan m...

Kereta Hidup Kembali



Penulis: Bintang
Ilustrasi: Nurul Ramdhiany




Kereta Hidup Kembali

Jalur hidup terpisah dua arah,
Kerikil besi bersautan merekah.
Panas udara hitam, menusuk hidung warga;
Menyebrang nasib jadi susah!

Tangan mengepal-ngepal mengudara,
Menengok celaka, berjalan terlunta.
Merogoh celana, tak sepeser terlaksana.

Hidup semakin sejahtera, setidaknya; di atas rel,
aku masih bisa melihat kereta—melaju—menabrak tubuh’ku;
yang semakin miskin, didera derita.








                                                                                    Sajak untuk isu reaktivasi rel kereta api Rancaekek – Tanjungsari,
Jatinangor.
November, 2019.







1 komentar:

  1. Kereta hidup, tapi kenapa kamu makin mati?
    Kamu selalu keren. Aku tunggu hidupmu kembali, bintang.

    -bintang yang lain.

    BalasHapus