Penulis: Tim Redaksi Jalang Ilustrator: Nurul Fauziah Pembaca yang budiman, setelah rampung mengadakan perekrutan anggota yang bahka...

Wajah Baru Jalang

Penulis: Tim Redaksi Jalang
Ilustrator: Nurul Fauziah


Pembaca yang budiman, setelah rampung mengadakan perekrutan anggota yang bahkan tidak mampu menjaring lebih banyak dari anggota Akatsuki, kini Jalang telah resmi diasuh oleh kepengurusan anyar. Dengan wajah-wajah baru yang membantu, kami akan banyak mencoba banyak hal baru ke depannya.

Permainan wartawan-wartawanan dengan pendekatan babarudakan ini siap kami mulai. Kami siap mengawal hari kalian dengan berbagai isu, dari yang bisa dibahas dengan teman saat dosen menjelaskan di depan kelas, hingga yang bahkan akan kalian bicarakan di forum-forum rapat. Kami akan kembali memulai liputan-liputan ringan maupun mendalam, memuat cerpen dan sajak, esai dan kritik sastra, foto esai, membuat kerajinan tangan, bahkan meluncurkan majalah. Yang terakhir ini doakan saja semoga bisa terwujud, karena sejujurnya kami juga tidak tahu bagaimana cara membuatnya.

Pada pertemuan pertama para punggawa anyar Jalang, kami saling berbagi gagasan dan keresahan masing-masing. Ada yang resah karena kehidupan kampus yang tidak bergairah, ada yang resah karena rendahnya tingkat literasi yang rendah di Gelanggang yang menyebabkannya tidak punya teman ngobrol, bahkan ada yang kesal karena pintu dekanat pernah ditutup gara-gara para dosen main tenis meja di lobi. Semua keresahan itu akhirnya bermuara pada satu kesepakatan bulat. Kami harus mencatat itu semua. Seperti kata Chairil Anwar pada puisinya "Catatan Tahun 1946" yang juga jadi motto kami, "Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat."

Ke depannya, kami akan memperkenalkan wajah Jalang yang benar-benar baru, wajah yang tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya. Wajah ini akan terus menggonggong keras ke siapa dan apa pun. Gonggongan ini akan mendatangkan polemik entah singkat atau berkepanjangan. Kami akan menyalakan api dan silakan kalian sirami dengan bensin sebanyak-banyaknya, karena kami yakin, api itulah yang terus menjaga kesadaran dan kepekaan kita terhadap sekitar. Waspadalah! Waspadalah!

Maka dari itu, besar harapan kami agar para pembaca sekalian sedianya bersedia membantu kami. Seperti kata-kata yang biasanya diucapkan para tokoh anime saat meminta bantuan, "pinjamkamlah kekuatan kalian". Kami harap kekuatan intelektualitas kalian, terutama dalam bidang penulisan, mampu membantu kami membangun wajah Jalang yang baru. Mari bersama-sama kita hidupkan nyala api literasi yang telah lama redup.  Kami mengundang kalian semua untuk menulis di Jalang. Kami terbuka pada gagasan dan bentuk penulisan apapun. Mari berkarya bersama.

0 komentar: